Yahoo Answers akan ditutup pada 4 Mei 2021 dan situs web Yahoo Answers sekarang tersedia dalam mode baca saja. Tidak akan ada perubahan pada properti atau layanan Yahoo lainnya, atau akun Yahoo Anda. Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut tentang penutupan Yahoo Answers dan cara mengunduh data Anda di halaman bantuan ini.

Lv 31.411 points

vitriwo

Jawaban Favorit13%
Jawaban370

Menyukai Kungfu Boy, Death Note & One Piece. Berminat pada berita-berita kriminal, terutama pembunuhan.

  • Tuhan Juga Bisa Marah?

    Langit hitam bertabur bintang

    Purnama merah berdiri ditengah lintang

    Iris hitamnya pun menghilang

    Menjelma jadi putih tulang

    Lagi,

    Berharap untuk mati

    Tiada guna ia hidup disini

    Semua kini telah pergi

    Pertolongan tak ia dapat

    Ketakutan menyerbu dengan cepat

    Gelap yang mengekangnya erat

    Batinnya pun kian melarat

    Manusia selalu berbohong

    Banyak bicara omong kosong

    Bermimpi disiang bolong

    Mengharap ada yang mau menolong

    Ketika uluran tangan itu datang padanya

    Dan malah ia mengkhianatinya

    Maka janganlah ia lari dari balas dendamNya

    Tuhan juga bisa marah pada hambaNya

    Ia bisa menghancurkan ciptaan-ciptaanNya

    Yang berbohong padaNya

    Yang mengingkariNya

    Yang lupa daratan dan melupakanNya

    Salam,

    Vitriwo

    -Comal comel-

    Fict Kungfu Boy saya... Ternyata gagal T^T

    Respon yg saya dapat sedikit sekali...

    Saya jadi kangen berpuisi seperti ini... #apacobamaksudnya

    Jika ada yang ingin fict Kungfu Boy saya lanjut, silakan beritahu melalui kotak answer...

    Atau jika ada yg g suka, silakan beritahu jg melalui kotak answer, supaya kedepanny saya tdk usah bikin fict disini lagi... :) #woles, saya g marah kok, hanya ingin membuat room persajakan ttp nyaman n damai

    Siang :D

    5 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • Setelah sekian lama tak menjamah room JPS tercinta, adakah yang masih ingat dengan saya?

    Sekalian mengucapkan selamat siang...

    BQ: Bagaimana cuaca ditempat kalian?

    Makasih :)

    11 JawabanJajak Pendapat & Survei8 tahun yang lalu
  • 'Let's Try To Beat Me: On 5 Big Matchs' bagian 7, mohon dikomentari?

    Chinmi memejamkan matanya erat. Yang dilihatnya kini adalah gelap. Gelap yang begitu menyesakkan, mungkin sama menyesakkannya dengan apa yang tengah Sie Fan rasakan.

    Meski sudah menuangkan semua emosinya melalui satu serangan - dan itu pun diarahkan langsung ke wajah Chinmi - ia masih belum puas. Masih ada yang mengganjal dihatinya. Satu ruangan yang dibiarkan kosong untuk sekian lama, karena tidak penting, namun perkataan Chinmi membuat Sie Fan berpikir ulang tentang apa yang akan ia gunakan untuk mengisi ruangan kosong tersebut.

    Ruang kosong yang ada dihatinya.

    Sementara bilik-bilik lain sudah terisi penuh oleh 'ambisi' yang berlebihan, serta 'prinsip' yang sukses membuatnya bertahan tanpa mempercayai seorang pun.

    'Dia benar... Dunia ini memang sudah busuk... Terlalu banyak kebohongan yang ada didalamnya' batin Sie Fan seraya mendengus pelan. Pemuda itu pun bangkit dari tubuh Chinmi, setelah mencabut tongkat miliknya yang menancap ditanah.

    Ya, tanah.

    Sie Fan tidak menyerang wajah Chinmi. Entah apa yang terjadi - mungkin karna jagoan kompo itu sedang meleng atau bagaimana - sehingga ujung tongkatnya meleset beberapa senti dari wajah Chinmi.

    Orang lain, kalau sudah begitu, pasti akan langsung mengalami shock berat, atau paling tidak epilepsi dadakan.

    Umm, oke, mungkin epilepsi dadakan tadi agak berlebihan. -_-"

    Tapi yang jelas, saat ini Chinmi mulai memberanikan diri untuk membukakan matanya. Meski tubuhnya agak gemetar, dan otaknya tak bisa berhenti memikirkan segala kemungkinan buruk yang mungkin menimpa dirinya - atau lebih tepatnya wajahnya - tak peduli seberapa lama saraf-sarafnya menunggu untuk merasakan perih yang - harusnya - menjalar keseluruh tubuhnya dari tadi.

    Iris hitam Chinmi kini terbuka sepenuhnya. Bukan gelap lagi yang jadi pemandangannya. Melainkan Sie Fan yang tahu-tahu sudah berdiri beberapa meter dari tempatnya berbaring.

    "Ke, kenapa...? " Chinmi mendudukkan diri sambil terus melayangkan berbagai macam pertanyaan didalam benaknya. Yang terakhir kali ditangkap oleh kedua matanya adalah ujung tongkat Sie Fan yang melesat menuju wajahnya - dengan kekuatan penuh. Seharusnya ia mengalami cedera berat sekarang, seperti kepala yang bocor atau sebagian atau lebih dari wajahnya yang hancur. Yah, seharusnya, ya.

    Tapi faktanya, ia BAIK-BAIK saja.

    'Apa aku sedang bermimpi...?' batin Chinmi, dan tanpa sengaja perhatiannya teralihkan pada tempatnya berbaring tadi. Chinmi ingat jelas dimana posisi kepalanya saat ia - dengan terpaksa - tiduran diatas tanah. Yeah, Sie Fan berhutang banyak padanya karena telah membuat bagian belakang seragam Chinmi kotor. Tapi, daripada memikirkan soal itu, Chinmi lebih tertarik pada tanah tak berdosa yang sebelumnya utuh samasekali, kini sudah berlubang - dan diameter dari lubang tersebut sama persis dengan diameter ujung tongkat Sie Fan.

    Wow...

    Keberuntungan memang sedang berpihak padanya, atau Sie Fan memang sengaja?

    Ah iya, Sie Fan!

    Chinmi - meski belum pulih sepenuhnya dari rasa terkejut akibat lubang ditanah yang disebabkan oleh Sie Fan - segera menoleh dan mendapati calon clubmate-nya memandanginya dengan wajah poker.

    "Kau menyedihkan, "

    Dan dua kata yang terasa pedas itu meloncat keluar dari bibir Sie Fan sebelum pemuda itu berbalik dan mulai berjalan menjauh. Meninggalkan Chinmi yang masih terdiam - otaknya masih membutuhkan beberapa detik lagi untuk mencerna apa yang sedang terjadi.

    Yah, mari kita hitung bersama. 5... 4... 3... 2... Sa...

    "HEI, TUNGGU! "

    ... Tu...

    Ho, lebih cepat setengah detik rupanya. Yah, lupakan sajalah.

    Chinmi berdiri dan mengejar Sie Fan. "Tunggu! Sie Fan! "

    Yang bersangkutan - dengan sengaja - menulikan telinganya. Sudah muak rasanya Sie Fan mendengar suara menjijikkan Chinmi memanggil-manggil namanya.

    "Kubilang tunggu! "

    Chinmi berhasil meraih tangan Sie Fan dan menghentikan langkah sang juara dengan terpaksa.

    "Kenapa kau tidak sungguh-sungguh menyerangku barusan, hah? " tanya Chinmi langsung to the point.

    "Terserah aku ingin melukaimu atau tidak, toh yang menyerangmu ini aku, kan, " jawab Sie Fan dingin. "Lepaskan tanganku, " tambah Sie Fan seraya mencoba menarik tangannya, namun cengkraman Chinmi yang terlampau erat membuat niat Sie Fan gagal - ia bahkan tak bisa menggerakkan jari-jarinya.

    "Kau tetap harus menjawab pertanyaanku, " Chinmi menatap Sie Fan tajam. Ia juga mengubah nada bicaranya hingga terdengar begitu berbahaya.

    "Dasar bodoh! Apa kau sebegitunya tertarik denganku? Sudah untung tadi aku berbaik hati mengasihanimu. Kau seharusnya mendapat pelajaran berharga untuk tidak-pernah-lagi-mencoba-berteman-denganku, "

    "Kau... Dasar keras kepala! "

    -BERSAMBUNG-

    2 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • Hanya sekadar bertanya saja, kenalkah kalian semua pada nama berikut...?

    1. Takeshi Maekawa

    2. Fujiko F Fujio

    3. Eiichiro Oda

    4. Anggun C. Sasmi

    5. Erool

    6. Adezhinzai

    7. Alone

    8. Simsimi

    9. Smile

    10. Dewa Judi

    Kalau kenal, silahkan sebutkan profesi/status dr nama2 yg sudah disebutkan diatas. ^^

    Sekalian promosi aja deh :P

    Bagi para penggemar Kungfu Boy, aku coba bikin fanfict Kungfu Boy, nih! Silakan dibaca n dikomentari y :)

    Link bagian 1:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 2:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 3:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ap...

    Link bagian 4:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Aj...

    Link bagian 5:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 6:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    5 JawabanJajak Pendapat & Survei8 tahun yang lalu
  • Aku bikin kue lagi nih~... agan/sis, silakan dicoba dong?

    Aku baru aja selesai bikin 3 loyang kue...

    Loyang pertama: brownies coklat dgn topping kacang almond & saus coklat, ditambah cream dan hiasan buah cherry

    Loyang kedua: cheesecake dgn topping saus strawberry & cream spt tadi pagi, hanya saja ditambah potongan buah strawberry dan susu kental manis

    Loyang ketiga: cake coklat dgn topping parutan keju, susu kental manis, potongan oreo & es krim coklat

    Dan ini dia minumannya... Aku bikin 3 gelas minuman...

    Gelas pertama: milkshake vanilla dgn topping susu kental manis rasa coklat n potongan oreo

    Gelas kedua: jus strawberry dgn topping susu kental manis spt td pagi, hanya saja ditambah parutan keju n potongan buah strawberry

    Gelas ketiga: susu cokelat hangat ditambah cream serta wafer roll sebagai pemanis tampilan

    Selamat mencicipi~...

    Eh iya, sekalian promosi, deh ;)

    Bagi para penggemar Kungfu Boy, aku coba bikin fanfict Kungfu Boy, nih! Silakan dibaca n dikomentari y :)

    Link bagian 1:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 2:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 3:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ap...

    Link bagian 4:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Aj...

    Link bagian 5:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 6:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    6 JawabanJajak Pendapat & Survei8 tahun yang lalu
  • Apakah kamu punya sesuatu yg sangat berharga, sampai-sampai kamu siap mati demi melindunginya?

    Kalau ya, sudikah kamu menyebutkan sesuatu apa itu? Boleh manusia, barang, apapun lah pokoknya yg bikin kamu siap mati demi melindunginya...

    Klo aku sih: keluarga & sahabat

    Sekalian promosi deh XP

    Bagi para penggemar Kungfu Boy, aku coba bikin fanfict Kungfu Boy, nih! Silakan dibaca n dikomentari y :)

    Link bagian 1:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 2:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 3:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ap...

    Link bagian 4:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Aj...

    Link bagian 5:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 6:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    7 JawabanJajak Pendapat & Survei8 tahun yang lalu
  • Makanan/Minuman Yg Cocok Untuk Dikonsumsi Saat Hujan?

    Ditempatku lg ujan deres, nih... Ditambah perut yg laper berat, bisakah user-user JPS sekalian yg terhormat memberiku rekomendasi akn makanan/minuman yg cocok utk dikonsumsi saat hujan? Terima kasih byk! :D

    Sekalian deh, aku numpang promosi y ^^

    Bagi para penggemar Kungfu Boy, aku coba bikin komik Kungfu Boy, nih! Silakan dibaca n dikomentari y :D

    Link bagian 1:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 2:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 3:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ap...

    Link bagian 4:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Aj...

    Link bagian 5:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 6:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    9 JawabanJajak Pendapat & Survei8 tahun yang lalu
  • 'Let's Try To Beat Me: On 5 Big Matchs' bagian 6, Mohon Dikomentari?

    Disc. : Takeshi Maekawa

    -BAGIAN 6-

    Butuh beberapa saat bagi Chinmi untuk mengidentifikasi benda berbentuk tabung panjang yang menempel dikepala belakangnya.

    Juga untuk mengetahui kalau calon clubmate-nya sendiri yang meletakkan benda tersebut disana.

    Otak Chinmi - secara otomatis - memutar kembali momen-momen yang terlewatkan sewaktu Pertandingan Kompo Internasional mulai didominasi oleh nama Sie Fan sebagai pemenang dari tiap babaknya.

    Dan semua nama yang pernah menjadi lawan Sie Fan dalam pertandingan itu, tidak ada satu pun dari mereka yang keluar dari arena dalam keadaan baik-baik saja.

    Selalu ada yang terluka. Bahkan ada yang nyaris meninggal.

    Gemilang prestasi Sie Fan, meski membanggakan, pada akhirnya tetap menuai kontroversi.

    Sementara Chinmi...

    Ia berpikir keras.

    Bagaimana pun caranya, Chinmi harus cepat-cepat membalik keadaan. Sie Fan nampak sangat tidak menyukai kehadirannya. Sie Fan bisa menghabisi Chinmi kapanpun ia mau.

    'Masih ada cara'

    SET!

    DUAGH!

    Chinmi menyapu kaki Sie Fan yang samasekali tidak memiliki pertahanan. Alhasil, Sie Fan sukses terjatuh dengan punggung yang menghantam tanah lebih dulu. Tak ingin menunggu sampai pemuda berkulit putih itu bangkit, Chinmi langsung menerjangnya; duduk diatas tubuhnya setelah mengunci kedua tangan dan kakinya.

    "Kau curang, Sie Fan, " kata Chinmi. "Start-nya kan, masih satu minggu lagi, "

    "Cih, toh kau juga akan kalah nantinya, " balas Sie Fan. Meski saat ini ia berada diposisi yang kurang menguntungkan, tatapan matanya yang tajam tetap menyiratkan suatu ketenangan yang amat sangat janggal.

    "Tak kusangka kalau sang juara bisa berbuat curang, "

    "Manusia akan melakukan apapun demi meraih apa yang diinginkannya, tanpa mempeduilkan status dan segala macam tetek bengek yang ada pada diri mereka, "

    Chinmi mengernyitkan sebelah alisnya. "Kau berbicara seakan kau sendiri bukan manusia, "

    "Aku memang bukan manusia, " jawab Sie Fan.

    "Bodoh! Kalau bukan manusia, lantas kau ini apa? "

    "Aku... " Sie Fan menghentikan ucapannya sesaat. "... Adalah 'boneka', "

    "Eh? "

    SRET!

    "A-ah! Hei, tunggu... "

    BRUUK!

    Sie Fan berhasil memanfaatkan Chinmi yang fokusnya terpecah setelah mendengar perkataannya barusan.

    Dalam hitungan detik, Sie Fan berhasil mendorong Chinmi dari atas tubuhnya, dan balas menduduki tubuh milik pemuda beriris hitam itu.

    Tangan Sie Fan mulai mengangkat tongkat yang sedari tadi digenggamnya. Ujung benda yang terbuat dari kayu itu mengarah langsung kearah wajah Chinmi yang mulai dilanda panik.

    "Aku takkan melukaimu, "

    "Hah? "

    Ucapan Sie Fan sukses menghentikan Chinmi yang terus menggeliat bak ikan yang baru saja dinaikkan ke darat.

    "Aku tidak akan melukaimu, " ulang Sie Fan. "Asalkan kau... Mau menjawab pertanyaanku barusan, "

    "Pertanyaanmu? " Chinmi membeo kalimat Sie Fan. "Maksudmu, alasan kenapa aku begitu serius ingin mengalahkanmu? "

    Sie Fan mengangguk pelan.

    "Hmph, "

    Kemudian jadi agak kaget begitu kedua iris kelamnya melihat siluet Chinmi yang tengah tertawa pelan.

    ... Menertawakan seorang Sie Fan yang terkenal 'sempurna'...

    "Kau ini lamban atau apa, sih? " kata Chinmi, dengan senyum manis tersungging dibibirnya. "Aku serius ingin mengalahkanmu, sudah jelas karna aku berniat menjadikanmu teman sekaligus rival terbaikku, "

    'Teman?' batin Sie Fan mengulang satu dari sekian banyak kata yang diucapkan Chinmi.

    Entah kenapa, kalau Chinmi yang mengatakannya, kata 'teman' yang terdengar biasa itu, bagi Sie Fan langsung jadi terkesan begitu bermakna.

    'Tidak, orang ini tidak akan mau berteman denganku' batin Sie Fan.

    "Hey, kenapa diam saja? "

    "Jangan harap, "

    "He? "

    "Jangan harap aku sudi menjadi temanmu! "

    Sie Fan menjerit kencang, sementara tangannya yang mengenggam tongkat melancarkan sebuah serangan yang mengarah langsung kearah wajah Chinmi.

    KRAKK!

    -bersambung-

    3 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • 'Let's Try To Beat Me: On 5 Big Matchs' Bagian 5, Mohon Dikomentari?

    Judul: Let's Try To Beat Me: On 5 Big Matchs

    Author: Vitriwo

    Disclaimer: Takeshi Maekawa

    Status: In Progress

    -BAGIAN 5-

    "Sie Fan itu... " Chinmi bergumam pelan. "Meski pendiam, tidak kusangka kalau ternyata dia sesombong itu, "

    Kini hari sudah petang. Seluruh murid SMA Dairin telah lama meninggalkan bangunan tempat mereka menimba ilmu. Tapi Chinmi, bukannya langsung pulang, ia malah berdiam diri dilapangan kosong yang terletak tepat dibalik gedung sekolah.

    Kalau boleh jujur, Chinmi saat ini sangat terbebani dengan syarat yang diajukan Riki agar bisa bergabung dengan klub Kompo.

    "Kau harus menang - atau paling tidak membuat hasil seri - dalam pertandingan melawan Ace kami, Sie Fan! "

    Perkataan Riki - yang bagaikan bom waktu bagi Chinmi - kembali terngiang dikepala siswa yang gemar melakoni aktivitas outdoor itu.

    "Katanya boleh dengan cara apapun, " ujar Chinmi. "Waktu Pertandingan Kompo Internasional diselenggarakan, aku memang memperhatikan benar-benar gaya serta teknik bertarung Sie Fan, tapi... "

    Chinmi terdiam sesaat untuk mengambil napas.

    "... Sudah sebulan berlalu sejak pertandingan itu. Sie Fan sekarang pasti sudah mempunyai banyak jurus baru yang ampuh yang tidak kuketahui, "

    Wajah yang biasa terlihat ceria itu kini begitu muram dan bingung. Ia membutuhkan lebih dari sekadar teman yang bersedia mendengarkan curahan hatinya. Saran atau strategi bertarung yang tepat dalam menghadapi Sie Fan akan sangat membantu Chinmi. Sayangnya, hingga detik ini pun Chinmi masih belum bisa menemukan figur yang 'cocok' untuk dimintai pendapat.

    "Mungkin Sie Fan memang benar-benar tidak terkalahkan... "

    'Aah, bodohnya aku. Padahal aku sudah bilang akan menang dari Sie Fan. Tapi, bertarung dengannya saja belum, aku malah menyerah duluan seperti ini. Aku... Aku ini kenapa, sih? Kalau menyangkut Sie Fan, aku seakan tidak bisa menjadi diriku sendiri. Aku selalu merasa agak takut jika menatap matanya yang tajam dan dingin itu. Namun, disaat yang bersamaan, aku juga merasa penasaran. Penasaran bagaimana parasnya saat tersenyum, tertawa, menangis... Pokoknya melakukan hal-hal yang dilakukan orang normal, lah! Saat memperhatikannya diruang klub tadi, ia benar-benar seperti mayat hidup saja. Tidak ada perasaan samasekali. Hanya ada ambisi yang kuat yang ada pada dirinya, meski aku tak tahu apa yang ingin diraihnya. Ketenaran kah? Kekayaan? Atau kekuatan?'

    "Haah~... Kenapa manusia itu membingungkan sekali, siih~...?! " Chinmi berteriak frustasi seraya menjambak surai hitamnya yang halus bagaikan kain sutera.

    "Dasar orang bodoh, "

    "Huh? "

    TEP!

    Dan dalam detik berikutnya, Chinmi dapat merasakan sesuatu berbentuk seperti tabung yang panjang menempel pada kepala belakangnya.

    "Kenapa kau begitu serius ingin melampauiku? "

    'Suara itu, kan...?'

    "Jawab aku, Chinmi, "

    '... Sie Fan...?!'

    -BERSAMBUNG-

    Bagi yg baru mengikuti/ketinggalan, berikut adalah link-link bagian sebelumnya dari 'Lets Try To Beat Me: On 5 Big Matchs'. Ikuti terus, ya! ^^

    Link bagian 1:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 2:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ai...

    Link bagian 3:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ap...

    Link bagian 4:

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Aj...

    5 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • Pagi semua! Pada semangat ga, nih?

    Apa rencana kalian hari ini?

    A. Sekolah

    B. Kuliah

    C. Kerja

    D. Bengong-bengong aja dirumah

    O ya sekalian promosi, bagi para penggemar Kungfu Boy, aku coba bikin fict Kungfu Boy. Silakan cekidot langsung diprofil aku. Makasih semuanya dan selamat pagi! :D

    9 JawabanJajak Pendapat & Survei8 tahun yang lalu
  • 'Let's Try To Beat Me: On 5 Big Matchs' Bagian 4, Mohon Dikomentari?

    Judul: Let's Try To Beat Me: On 5 Big Matchs

    Author: Vitriwo

    Disclaimer: Takeshi Maekawa

    Status: In Progress

    -BAGIAN 4-

    "'Bisa begitu' apanya? "

    "Eh?! "

    Lagi, Chinmi tersentak kaget. Segera ia menoleh kebelakang dan mendapati seorang pemuda berambut hitam panjang sedang tersenyum kearahnya. Kontan, wajah Chinmi langsung bersemu merah; malu karena ia membiarkan dirinya terlihat bodoh - mengatakan apa yang sedang otaknya pikirkan.

    "Apa kau ada perlu dengan seseorang disini? " si pemuda kembali berbicara.

    "I, iya, sebenarnya aku sedang mencari pelatih klub, "

    "Oh ya? Kalau begitu, kebetulan sekali, "

    "Hah? "

    "Namaku Riki. Akulah pelatih klub Kompo ini, "

    "O-oh, jadi, Anda pelatihnya, " kata Chinmi setengah tak percaya. 'Pelatihnya masih muda sekali... Mungkin umurnya 20-an? Kupikir pelatih klub ini sudah tua'

    "Jangan menilai orang dari penampilannya saja, " ujar Riki, seakan bisa membaca pikiran Chinmi. "Jadi, kau tadi bilang sedang mencariku. Ada apa? "

    "Ya, saya memang mencari Anda, "

    SET!

    Dalam satu gerakan yang tiba-tiba, Chinmi membungkukkan badannya tepat dihadapan Riki. "Tolong izinkan saya bergabung dengan klub! Pengalaman saya memang masih sedikit, tapi... Saya pasti akan berusaha sekuat tenaga! "

    Riki terdiam untuk sesaat. Andai pemuda berparas tampan itu boleh jujur, hanya dengan mendengar perkataan Chinmi barusan saja sudah cukup untuk merasakan betapa seriusnya sosok super hiperaktif tersebut. "Angkat kepalamu, "

    Chinmi menuruti apa yang Riki katakan. Dia mengangkat kepalanya dan membawa iris matanya menatap langsung iris mata Riki dengan penuh keyakinan.

    'Sungguh pemuda yang sangat menarik...' batin Riki. "Siapa namamu? "

    "Chinmi, "

    "Terus terang saja, aku menyukai tekadmu yang kuat serta kegigihanmu yang terpancar jelas dalam sorot matamu yang tajam itu, " kata Riki. "Andai bisa, aku sangat ingin menerimamu secara langsung, Chinmi. Kau mempunyai apa yang jarang dimiliki orang-orang, "

    "Sungguh? "

    Wajah penuh kepolosan milik Chinmi kini jadi begitu sumringah.

    "Tapi... "

    "Eh? 'Tapi' apa? "

    Dan dari sini, semua ke-sumringah-an itu mulai memudar.

    Kembali pada ekspresi yang penuh oleh konsentrasi.

    "Sesuai peraturan klub, kau harus menang - atau paling tidak membuat hasil seri - dalam pertandingan melawan Ace kami, Sie Fan! "

    'Menang melawan Sie Fan?!' batin Chinmi kaget.

    "Sebenarnya, syarat itu dulu tidak ada, " kata Riki."Sebelum Pertandingan Kompo Internasional diselenggarakan, siapapun bisa dengan bebas bergabung dengan klub. Tapi, semenjak klub Kompo SMA Dairin ini berhasil memenangkan kejuaraan bergengsi itu, aku dengan sengaja memperketat peraturan-peraturan yang ada dan menaikkan serta memperbanyak tingkat kesulitan dari latihan yang kuberi demi menjaga kualitas klub yang namanya sudah tersebar keseluruh pelosok China ini, "

    "Dan akibatnya, banyak anggota yang mengundurkan diri, hingga hanya menyisakan 5 orang seperti yang kau lihat sekarang ini, " ujar Sie Fan yang tahu-tahu sudah berdiri dibelakang Chinmi. Iris matanya yang gelap memandang sinis kearah Chinmi yang masih belum pulih dari keterkejutannya. Haah, hari ini Chinmi sudah berapa kali merasa kaget, sih? -_-

    "Kau takkan menang dariku, Chinmi, " kata Sie Fan lagi, kali ini dengan senyum meremehkan terpampang diwajahnya yang tampan.

    "Sombong sekali kau, " ujar Chinmi pelan. Berusaha menahan luapan emosi yang mulai memasuki batinnya, Chinmi pun mengepalkan tangannya sekuat mungkin.

    "Sudahlah, kalian berdua tidak usah berkelahi. Memisahkan Namlu dan Gunte saja susahnya sudah minta ampun, tidak perlu ditambah dengan persaingan diantara kalian, " kata Riki, sekalian numpang curhat gitu tentang kelakuan dua orang muridnya yang bagaikan Tom & Jerry :p. "Lalu, omong-omong Chinmi, kau akan kuberi waktu seminggu untuk memikirkan bagaimana cara mengalahkan Sie Fan. Manfaatkanlah sebaik mungkin, "

    "Baik! Saya mengerti! " ucap Chinmi, kemudian beralih menatap Sie Fan. "Aku pasti akan mengalahkanmu, Sie Fan! Camkan itu baik-baik! "

    -BERSAMBUNG-

    1 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • Emoticon apa yg paling sering kalian pake klo lagi sms/chatting-an?

    Skalian promosi y ^^a

    Bagi penggemar Kungfu Boy, aku coba bikin fict Kungfu Boy. Klo ada waktu luang silakan baca & komentari :)

    Bagian 1: http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ah...

    Bagian 2: http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ah...

    Bagian 3: http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ah...

    10 JawabanJajak Pendapat & Survei8 tahun yang lalu
  • 'Let's Try To Beat Me: On 5 Big Matchs' bagian 3, mohon dikomentari?

    Judul: Let's Try To Beat Me: On 5 Big Matchs

    Author: Vitriwo

    Disclaimer: Takeshi Maekawa

    Genre: Friendship

    Status: In Progress

    -BAGIAN 3-

    "Sudah kubilang, aku yang akan maju mewakili klub! "

    "Enak saja! Hanya aku yang pantas untuk itu! "

    "Ngajak ribut, ya?! "

    Tak butuh waktu lama untuk menyudahi sesi adu bacot antara Gunte dan Namlu barusan dan memulai sesi baru yakni sesi adu kekuatan.

    Dan tak butuh waktu lama juga untuk Kowlan, Yan dan Lenka sadari kalau ruang klub ini bisa langsung runtuh jika kedua mahluk didepan mereka benar-benar berkelahi.

    Suasana hening pun berganti menjadi riuh dalam sekejap.

    Ruangan seluas 20 x 10 m tersebut dipenuhi oleh jeritan para cewek yang terus mengucapkan kata, "Berhenti! " dan caci maki yang sudah jelas berasal dari Gunte dan Namlu yang memang sejak dulu hobi cari gara-gara.

    Chinmi hanya sweatdrop. Ia tak pernah menyangka kalau para 'pahlawan' sekolahnya bisa bersikap begini konyol.

    "Hmph, " Chinmi menahan tawanya. Aah... Sepertinya, jika ia benar-benar bisa bergabung dengan klub ini, hari-harinya akan jauh lebih berwarna.

    Tapi...

    Kedua iris kelam Chinmi tanpa sengaja teralihkan. Dari pertandingan Gunte v.s Namlu yang dikacaukan oleh Lenka c.s kearah Sie Fan yang berdiri jauh dari clubmates-nya.

    Disana, Sie Fan tetap membisu. Samasekali tidak terseret keributan yang mampu membuat semua orang tergelak ini. Bahkan senyum pun seakan enggan mampir diwajahnya yang tampan.

    'Apa Sie Fan sedang sakit, ya?' batin Chinmi. Terselip sedikit perasaan khawatir kalau-kalau apa yang dipikirkannya benar-benar terwujud. Tapi, hey! Ini bukan berarti Chinmi memendam perasaan pada Sie Fan lho, ya. Kekhawatiran Chinmi semata-mata karena Chinmi...

    ... Sangat ingin berteman dengan Sie Fan.

    Atau setidaknya, melihat Ace klub Kompo SMA Dairin itu tersenyum, dan mungkin juga tertawa - yeah, kalau Chinmi sedang beruntung.

    "Andai benar bisa begitu... " gumam Chinmi pelan.

    "'Bisa begitu' apanya? "

    "Eh?! "

    -BERSAMBUNG-

    6 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • 'Let's Try To Beat Me: On 5 Big Matchs' bagian 2, mohon dikomentari?

    Judul: Let's Try To Beat Me: On 5 Big Matchs

    Author: Vitriwo

    Disclaimer: Takeshi Maekawa

    Genre: Friendship

    Status: In Progress

    - BAGIAN 2 -

    Suara yang terdengar jengkel membuat Chinmi tersentak kaget. Refleks, pemuda dengan iris mata hitam itu menyingkir beberapa langkah dari pintu. Kepalanya menoleh kesamping, menunggu sosok yang telah ia halangi lewat agar ia bisa meminta maaf padanya.

    "Semuanya! Ada hal yang ingin kusampaikan! Bisa kalian hentikan latihannya sebentar?! "

    Begitu badan Chinmi bergeser, perempuan bertubuh mungil itu langsung melesat masuk kedalam klub, nampak tak berniat untuk sekadar berhenti dan menanyakan alasan kenapa Chinmi membatu didepan pintu klub yang jelas-jelas mengganggu orang-orang yang ingin keluar atau masuk.

    Suasana dalam sekejap berubah jadi hening. Tak ada lagi bunyi tongkat yang saling berbenturan, tak ada lagi bunyi nafas yang tersengal-sengal dan tak ada lagi bunyi langkah kaki yang kerap kali mendarat diatas lantai dengan keras.

    "Ada apa, Lenka? " tanya seorang pemuda berambut hitam jabrik yang diketahui bernama Gunte.

    "Ini soal 5 pertandingan besar yang akan diselenggarakan secara berturut-turut di Cina dua bulan lagi, " jawab Lenka. "Barusan pihak panitia menghubungiku. Katanya, pada pertandingan kali ini, setiap klub tidak boleh mengirim lebih dari 2 anggota dan kedua-duanya akan bertanding sebagai tim inti. Dengan kata lain, mereka melarang adanya tim cadangan atau sejenisnya, "

    Berbagai reaksi ditunjukkan oleh anggota klub begitu Lenka selesai berbicara. Mulai dari Kowlan yang hanya tersenyum dan bergumam tenang, Yan yang diam sambil menatap teman-temannya dengan cemas, Gunte dan Namlu yang langsung asyik adu bacot untuk menentukan siapa diantara mereka yang akan maju mewakili klub, dan Sie Fan yang juga diam seperti Yan, hanya saja pemuda berparas tampan itu tidak menatap teman-temannya dengan cemas seperti yang dilakukan female clubmate-nya.

    Chinmi menangkap kalau Sie Fan terdiam karna... Bosan?

    -BERSAMBUNG-

    3 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • Fict percobaan di room persajakan, utk para penggemar Kungfu Boy. Mohon dikomentari?

    Judul: Let's Try To Beat Me: On 5 Big Matchs

    Author: Vitriwo

    Disclaimer: Takeshi Maekawa

    Genre: Friendship

    Status: In Progress

    -BAGIAN 1-

    SMA Dairin terkenal akan klub Kompo-nya yang semua anggotanya memang memiliki keahlian khusus dibidang tersebut. Ditambah pelatih serta manajernya yang tak pernah main-main dengan Kompo, membuat nama klub itu semakin familiar saja ditelinga masyarakat.

    Kini, ruang klub Kompo yang melegenda itu tengah dipakai belatih oleh para anggota klub yang jumlahnya amat sangat...

    ... Sedikit.

    3 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.

    Chinmi, yang telah tidak sopan karena masuk seenaknya kedalam ruang klub tanpa permisi barusan, hanya bisa melongo menyaksikan fakta yang berbeda jauh dengan bayangannya.

    'Apa ada yang tidak hadir, ya? Atau, anggota lainnya sedang berlatih diruangan lain, dan yang ada disini adalah anggota yang terpaksa berlatih terpisah karena ruangannya tidak muat?'

    Batin Chinmi. Penuh keyakinan kalau klub Kompo SMA Dairin memiliki banyak member semenjak Ace mereka menjuarai Pertandingan Kompo Internasional sebulan yang lalu.

    Ah, Chinmi jadi teringat betapa semangatnya ia waktu Pertandingan Kompo Internasional diselenggarakan. Apalagi ketika ia tahu bahwa klub Kompo SMA nya juga turut berperan dalam kejuaraan bergengsi itu, membuat Chinmi semakin bersemangat dan mendukung penuh orang yang diutus klub untuk bertanding.

    Waktu itu, klub Kompo SMA Dairin mendaftarkan 5 nama. Dan Chinmi berpikir kalau 5 nama tersebut akan jadi yang terbaik setelah mereka memenangkan Pertandingan Kompo Internasional. Ketenaran datang menghampiri mereka, disusul dengan banyak orang yang ingin bergabung dengan klub.

    "Hey! Kenapa kau harus melamun didepan pintu masuk, sih? Aku sudah mengucapkan kata 'permisi' berkali-kali, tapi kau tak kunjung menyingkir! Aku sedang buru-buru, nih! "

    -BERSAMBUNG-

    Kembali dgn karya baru berwujud fanfict. Haruskah saya melanjutkan atau tidak?

    2 JawabanPersajakan8 tahun yang lalu
  • Kalimat-kalimat bijak manakah yg paling 'kamu' banget?

    A. Yesterday is history, tomorrow is mystery

    B. Kelemahanmu adalah kelebihanmu

    C. Mulutmu harimau mu

    D. Kamu punya kalimat bijak mu sendiri? Silahkan isi sendiri...

    Sore :)

    10 JawabanJajak Pendapat & Survei8 tahun yang lalu
  • Pagi semua! Hari ini juga ayo kita berusaha bersama-sama!?

    Q1: apa yg kalian lakukan begitu bangun tidur?

    Q2: utk yg beragama Muslim, sudahkah kalian shalat Subuh?

    Q3: seberapa besar presentase semangat kalian pagi ini?

    Selamat menjalankan aktivitas! Dan kalo kata Bang Caisar...

    KEEP SMILE~...

    Haha, oke, garing. Tapi, semoga semuanya hari ini dipenuhi oleh energi positif. Ganbatte~ XD

    2 JawabanJajak Pendapat & Survei8 tahun yang lalu
  • Lagi-lagi soal tersenyum, masihkah kamu melakukannya hingga saat ini? Lalu, kira-kira kapan akan berhenti?

    Lagi terobsesi banget sama 'senyum'. Harap dimaklumi X)

    Question plus yg amat sangat ga nyambung:

    Spongebob, Patrick & Squidward. Diantara ke-3 penghuni kota Bikini Bottom itu, mana yg paling kalian suka?

    Yg baik tonjok bintang dibawah, y? Heheh ^^

    6 JawabanJajak Pendapat & Survei8 tahun yang lalu