Yahoo Answers akan ditutup pada 4 Mei 2021 dan situs web Yahoo Answers sekarang tersedia dalam mode baca saja. Tidak akan ada perubahan pada properti atau layanan Yahoo lainnya, atau akun Yahoo Anda. Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut tentang penutupan Yahoo Answers dan cara mengunduh data Anda di halaman bantuan ini.

LaBlast ditanyakan dalam OlahragaSepak BolaLain-lain - Sepak Bola · 1 dekade yang lalu

Kenapa George Toisutta-Arifin Panigoro begitu ngotot mencalonkan diri sebagai Ketum PSSI?

Sampai2 tim yang mereka bentuk menentang keputusan Komite Normalisasi yang dibentuk FIFA, sampai2 terjadi kekisruhan kembali di tubuh PSSI, setelah sebelumnya Nurdin Halid, sekarang kembali kasus Toisutta-Panigoro, jika terus begini, persepakbolaan Indonesia tak akan pernah maju, yang ada hanyalah sepakbola dicampur adukkan ke ranah politik. Sepakbola yang seharusnya bersifat murni, dipolitisasi oleh berbagai pihak. Ironisnya, segala kisruh di tubuh PSSI saat ini tanpa disadari justru melemahkan persepakbolaan Indonesia. Kalau boleh saya berargumen, bubarkan saja PSSI, tidak perlu ada organisasi, yang penting bentuk timnas yang solid & kompak, 11 orang pemain inti beserta 11 pemain cadangan, yang siap tempur di lapangan hijau demi nusa dan bangsa.

9 Jawaban

Peringkat
  • ?
    Lv 5
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Saya dapat katakan bahwa itulah wajah organisasi sepakbola di Indonesia, penuh konflik, penuh intrik & penuh intervensi dari berbagai pihak dengan alasan politis, Jika urusan sepakbola sudah disesatkan & dicampurkan dengan hal2 politis, tentu yang ada hanya gontok-gontokkan. Para insan sepakbola di Indonesia belum dewasa & belum bijaksana, banyak yang tidak mau menerima kekalahan & cenderung saling menyalahkan. Wajah PSSI sama saja seperti wajah Liga Indonesia, yang sering diwarnai keributan antar pemain, bentrokan pemain dengan wasit sampai tawuran antar suporter. Bangsa ini bermental tempe, tak punya sikap sportif dalam menerima kekalahan, termasuk Toisutta & Panigoro yang sama saja dengan Nurdin Halid, tak sportif & kurang dewasa dalam menyikapi suatu keputusan. Seharusnya keputusan Komite Normalisasi bentukan FIFA harus dihargai & dipatuhi demi perbaikan sepkabola nasional. Tapi nyatanya, masih banyak pihak2 yang merasa disingkirkan berontak & menentang Komite Normalisasi. Bahkan FIFA juga berani ditentang dengan alasan yang tidak jelas. Hahaha.... ternyata Toisutta-Panigoro hanya mementingkan kekuasaan & kepentingan kelompoknya, tetapi tidak mementingkan kepentingan nasional yang lebih besar. Intinya, jauhkan sepakbola dari politik, agar sepakbola benar2 dapat dinikmati semua orang di negeri ini bebas dari kekacauan politik bangsa.

  • 4 tahun yang lalu

    Posisi Hokage ama kayak Presiden yea.... Hmm... Jujur aja sih, mang baik jadi Hokage ma Presiden itu sama-sama sulit and Berat.... Tapi aku justru lebih menghargai Presiden ma Hokage yang udah berjuang keras demi Negara ketimbang orang-orang gak jelas yang kerjanya Demo melulu... Protes ini protes itu, setiap keputusankan ada risikonya... Jadi ya... Tentu aja tetep mau posisi itu.... Bisa gak bisa, Sulit or mudah.... Asal mau berjuang, berusaha, Pantang Menyerah and pastinya bener-bener diniatkan dalam hati apa yang kita lakukan itu semua demi kebaikan orang-orang yang kita sayangi pasti bisa kok... Naruto yang Genin and terkenal sebagai Ninja yang Goblok aja punya semangat yang Besar buat jadi Hokage yang bakal ngelindungin seisi desa Konoha gakure.... Kenapa kita gak?? ya kan.... Ayo SEMANGATT buat Indonesia....

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    karena mereka ingin mengangkat prestasi sepakbola indonesia.mereka bukan ngotot kaya nurdin halid,mereka cuma ngbela kebenaran aja,skrg sy balik tanya,apa alasan GT-AP d ckal?mreka ga pnah trjrat hkum,mreka udh mlengkapi syrat jd ketum,ga ky si nurdin

  • 1 dekade yang lalu

    Enahlah, aku juga heran, seharusnya kalau mereka memagng mau memajukan sepak bola indonesia, mereka mundur dan ga perlu banding2 segala, toh masih banyak orang baik selain mereka, itu kalau mereka merasa orang baik, mungkin mereka terinspirasi sama kengototan nurdin.

    Sumber: `uno`
  • ?
    Lv 7
    1 dekade yang lalu

    baru ketahuan belangnya sekarang. Sama saja dengan yang lama.... Kasihan deh Indonesia, isinya banyak yang ginian. Gimana mau maju ?

  • 1 dekade yang lalu

    Di mana ada gula, di situ pasti banyak semut !

    Jika ada orang2 yg kena musibah, gak ada yg rebutan ajukan diri jadi ketua untuk menghimpun bantuan ! Munafik !

  • ?
    Lv 7
    1 dekade yang lalu

    Duit brbcra diindonsia

  • 1 dekade yang lalu

    mungkin di pssi ada lahan kemakmuran, sehingga mereka merasa perlu jadi pemimpin.

    Coba hitung berapa dana yg didapat pssi setiap pertandingan

    Sumber: ndiri
  • 1 dekade yang lalu

    Haha kayak nya ada main duit juga...

    Susah sih bro,di indonesia ini hukuman aja bisa dibeli...

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.