Yahoo Answers akan ditutup pada 4 Mei 2021 dan situs web Yahoo Answers sekarang tersedia dalam mode baca saja. Tidak akan ada perubahan pada properti atau layanan Yahoo lainnya, atau akun Yahoo Anda. Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut tentang penutupan Yahoo Answers dan cara mengunduh data Anda di halaman bantuan ini.

?
Lv 6
? ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaHari LiburRamadhan · 10 tahun yang lalu

Aqidah Asy-syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab (2)?

Dan aku memiliki keyakinan untuk beriman terhadap yang dikabarkan oleh Nabi shallallahu'alaihi wa sallam termasuk kabar yang akan terjadi setelah kematian : aku beriman terhadap ujian alam kubur dan nikmatnya, kembalinya ruh kepada jasad maka manusia berdiri menghadap Rabbul'aalamiin, dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, tidak berkhitan. matahari mendekat, timbangan ditegakkan, dan amal-amal hamba ditimbang dengannya :

فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ

Maka barangsiapa yang berat timbangannya maka merekalah orang-orang yang beruntung dan barangsiapa yang ringan timbangannya maka merekalah yang merugikan diri mereka sendiri, mereka kekal di Jahannam

Dan catatan-catatan ditebarkan, maka sebagian mengambil catatan mereka dengan tangan kanannya, sebagian mengambil dengan tangan kirinya.

Dan aku beriman terhadap telaga Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam pada hari kiamat, airnya lebih putih daripada susu, rasanya lebih manis daripada madu, bejananya sejumlah bintang di langit, barangsiapa yang minum dari telaga tersebut maka tidak akan haus selamanya.

Dan aku beriman bahwasanya shirat akan ditegakkan di atas jahannam, manusia melewatinya sesuai amalan mereka.

Dan aku beriman terhadap syafa'at Nabi shallallahu'alaihih wa sallam dan bahwasanya beliau yang pertama kali yang akan memberikan syafa'at, pertama kali yang diterima syafa'atnya, tidak ada yang mengingkari syafa'at beliau melainkan ahlul bid'ah dan ahlu dhallal akan tetapi syafa'at tersebut tidak akan berlaku melainkan setelah ijin dan ridha Allah sebagaimana Allah firmankan :

وَلا يَشْفَعُونَ لِمَنِ ارْتَضَى

Dan tidaklah mereka memberi syafa'at melainkan terhadap seseorang yang Allah ridhai

dan Allah berfirman :

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

siapakah yang memberikan syafa'at di sisinya melainkan dengan ijin-Nya

Dan Allah ta'ala berfirman

وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئاً إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَى

Dan betapa banyak malaikat di langit, tidak berguna syafa'at mereka sedikitpun melainkan setelah Allah ijinkan bagi siapa yang Allah kehendaki dan Allah ridhai

Dan Allah tidak ridha melainkan tauhid dan tidak akan memberi ijin kecuali kepada ahlu tauhid, dan adapun orang-orang musyrik maka tidak ada bagian bagi mereka sedikitpun sebagaimana firman Allah :

فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ

Maka tidak bermanfaat bagi mereka syafa'at orang-orang yang memberi syafa'at.

Dan aku beriman bahwasanya jannah dan nar adalah makhluk dan keduanya telah ada, tidak akan fana dan bahwasanya kaum mukminin melihat Rabb mereka pada hari kiamat sebagaimana melihat bulan purnama : mereka tidak berdesak-desakkan ketika melihat.

Dan aku beriman bahwasanya Nabi kita Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam adalah nabi dan Rasul terakhir, tidak sah iman seseorang hingga beriman terhadap risalah dan kenabian beliau dan aku beriman bahwasanya umat terbaik adalah : Abu Bakar kemudian Al-Faruq kemudian Utsman Dzun Nurain kemudian 'Ali Al-Murtadha kemudian 10 dari yang tersisa, kemudian ahlul badr, kemudian ahlu syajarah : ahlu bai'atur ridhwan, kemudia seluruh sahabat radhiyallahu 'anhum

--------

selesai penterjemahan, baarakallah fiikum, untuk yang berikutnya agak lama, ada tugas yang perlu diselesaikan. wassalaam.

8 Jawaban

Peringkat
  • 10 tahun yang lalu
    Jawaban Favorit

    Assalaamu'alaikum warahmatulLAAHi wabarakaatuh....

    jazakumulLAAH khoiron.....

    aku ada masukan boleh....?

    bagaimana jika pembahasan tentang Asy-syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahulLAAH,mungkin udah cukup

    takutnya entar kita dikira taqlid dengan beliau....

    bagaimana jika membantah dengan pendapatnya misal Imam syafi'i rahimahulLAAH

    atau ulama mazhab syafi'i yang lainya....

    karena mereka yang membenci Asy-syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahulLAAH menisbatkan dirinya pada madzhab syafi'i.

    untuk membuktikan bahwa aqidah Asy-syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahulLAAH adalah sama dengan aqidah Imam syafi'i rahimahulLAAH.

    WalLAAHU'alam....

  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    saran saya, barangkali lebih baik kita tidak mengunakan istilah wahabi dan anti wahabi. Sebab titik pangkal permasalahannya bukan di sana, lagian kita ini tidak akan masuk surga hanya dengan menjadi seorang pendukung wahabi, dan orang tidak akan masuk neraka karena anti wahabi.

    Karena Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri sebagai orang yang nama ayahnya dipakai untuk istilah wahabi, justru tidak pernah mendakwahkan wahhabiyah. Yang beliau dakwahkan hanya agama Islam. Sama sekali beliau tidak pernah mengajak orang menjadi wahabi.

    Dakwah Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah memurnikan sisi aqidah umat. Tentu saja kita tahu bahwa keahlian beliau memang lebih pada sisi masalah tauhid ini. Dan kita mengenal beliau bukan seorang ahli fiqih, ahli ushul atau ahli hadits.

    Beliau tidak punya tulisan tentang hadits, atau fiqih atau tafsir, kecuali kitab kecil beberapa lembar dengan judul kitabuttauhid. Dan dalam cabang ilmu tauhid, beliau memang tokoh dan punya karya besar. Namun bukan berarti persoalan dakwah hanya bertumpu kepada dirinya dan seputar masalah tauhid saja.

    Mungkin masalah terbesar dari seorang Muhammad bin Abdul Wahhab di zamannya memang lebih dominan hal yang berbau syirik kuburan, karena yang beliau lihat memang hal-hal hanya demikian itu.

    Terutama di hijaz, tempat di mana beliau hidup dan tinggal. Dari sejarah riwayat hidup beliau, kelihatannya memang beliau tidak pernah berjalan di muka bumi untuk melihat bagaimana keadaan umat Islam di berbagai peradaban lain. kita tidak punya catatan apakah beliau tidak pernah singgah ke Afrika, Eropa atau bahkan ke Amerika. Tapi satu hal yang pasti, beliau belum pernah ke Indonesia.

    Sehingga secara logika wajar sekali, kenapa seorang ulama selevel Muhammad bin Abdul Wahhab dikatakan hanya mengurusi syirik kuburan saja. Alasan paling logisnya karena memang beliau hidup di wilayah yang tertentu, di mana masalah dominan memang masalah syirik. Dan pertimbangan lain, boleh jadi zaman di mana beliau hidup, yang urusan yang paling ramainya seputar masalah itu.

    Dan Muhammad bin Abdul Wahhab dalam masalah ini sama sekali tidak salah. Beliau memang hidup di zaman dan wilayah yang ketokohan dan keilmuwan seperti itu memang dibutuhkan.

    Yang jadi jadi pertanyaan justru kita ini, yang tidak hidup sezaman Muhammad bin Abdul Wahhab.

    Pertanyaannya, apakah isu-isu yang diangkat oleh beliau itu masih relevan dengan realitas yang terjadi di masa kita? Atau jangan-jangan, kita malah terperangkap kerangka dan suasana di zaman beliau?

    Berkecenderunganlah untuk tidak mudah menyalahkan niat baik seseorang dalam berdakwah. Maka kalau ada orang mau dakwah lewat seni, kami cenderung untuk tidak lantas mudah memaki-makinya. Kalau ada yang kurang tepat, kita luruskan saja baik-baik. Dan meluruskan dengan baik-baik itu kan juga perintah Rasulullah SAW juga, bukan?

    Dan kalau ada orang mau dakwah lewat partai, kami cenderung juga tidak mudah untuk mencercanya. Dan memangnya kenapa harus dicerca? Kalau ada yang kurang sejalan, setidaknya sampaikan dengan cara yang elegan. Dan bukan lewat tikaman dari belakang yang bernuansa ngambek karena tidak dapat 'bagian'.

    Buat apa kita terlihat gagah di podium, tapi orang malah semakin menjauh, dakwah malah tidak akan berhasil dengan cara seperti itu.

    Maka saudaraku, mari kita ajak orang untuk belajar agama ini secara mendalam dan dengan cara baik-baik. Sekedar mencaci maki, belum pernah terbukti melenyapkan syirik dari muka bumi. Percayalah.

    Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Sumber: para Guru
  • ?
    Lv 6
    10 tahun yang lalu

    jazakumullah khair atas nasihatnya.

    menurut saya:

    // selesai penterjemahan, baarakallah fiikum, untuk yang berikutnya agak lama, ada tugas yang perlu diselesaikan. wassalaam..

    1. wafiikum barakallah, silahkan berlama2, semoga semua tugas anda dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh. ^_^

    # semua yang benar hanya dari Allah dan semua yang salah adalah dari saya jua.

    semoga membantu dan bermanfaat. ^_^

    Sumber: pribadi
  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    Baarokallah....

    Apakah itu berkah....?

    Yaitu bertambahnya kebaikkan....

    Mohon pencerahan.trimakasih

    Sumber: Selanjutnya izin nyimak....
  • ishak
    Lv 7
    10 tahun yang lalu

    Ini yang kedua. Silahkan lanjutkan postingannya.

    -- Saya ikut menyimak jawaban-jawaban beliau yang BERUPA SURAT untuk menjawab PERTANYAAN penduduk Al-Qashim --.

  • 10 tahun yang lalu

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

    syukran ilmunya

    Jazakallahu khairan katsiran

    =============

    copas

    Kebenaran sejati dinilai oleh sikap dan perilaku. sehingga postingan yang disampaikan pada judul tulisan ini menjadi tidak penting dan tidak relevan. Karena kebenaran itu akan terlihat dari hakikat dan outputnya bukan pada ucapan yang diikrarkannya.

    Kebenaran sejati dinilai oleh sikap dan perilaku. <<== maybe yes maybe no, sebab kita tidak bisa membedah hati

    sehingga postingan yang disampaikan pada judul tulisan ini menjadi tidak penting dan tidak relevan. <<== membaca koment ini saja, udah bisa membuat praduga, bahwa tidak ada keinginan untuk membaca dan mentelaah apa yg disampaikan orang lain.

    Karena kebenaran itu akan terlihat dari hakikat dan outputnya bukan pada ucapan yang diikrarkannya. <<== "kebenaran itu datangnya dari Allah" kalau hanya melihat dari output saja maka belum bisa dipastikan bahwa itu adalah sebuah kebenaran, kebenaran yg masih abstrak karena belum tentu bersandar kepada apa yg disampaikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam.

    sekali lagi bila kita mencintai ilmu, coba telaah dan baca apa yg disampaikan orang lain. bukankah jangan menganggap kebenaran mutlak ada pada salah satu mahzab itu katamu loh?

    ***maaf nyundul lagi***

  • Ian
    Lv 5
    10 tahun yang lalu

    Wa'alaykumsalam warahmatullah ...

    Nice post ...

    Kebenaran apapun apabila hidayah belum menghampirinya, maka yang baikpun tetap terlihat jelek ...

  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    Kebenaran sejati dinilai oleh sikap dan perilaku. sehingga postingan yang disampaikan pada judul tulisan ini menjadi tidak penting dan tidak relevan. Karena kebenaran itu akan terlihat dari hakikat dan outputnya bukan pada ucapan yang diikrarkannya.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.