Yahoo Answers akan ditutup pada 4 Mei 2021 dan situs web Yahoo Answers sekarang tersedia dalam mode baca saja. Tidak akan ada perubahan pada properti atau layanan Yahoo lainnya, atau akun Yahoo Anda. Anda dapat memperoleh informasi lebih lanjut tentang penutupan Yahoo Answers dan cara mengunduh data Anda di halaman bantuan ini.

?
Lv 6
? ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaHari LiburRamadhan · 8 tahun yang lalu

Apakah kalian telah mendengar perkataan Imam Asy-Syafi'i?

Dan apakah maksud perkataan beliau, yaitu :

أُسس التصوف على الكسل"

" Asas / dasar tasawuf adalah malas "

Kitab Talbis Iblis karangan Ibnul Jauzi

Juga

:لو أن رجلا تصوف أول النهار: لا يأتي الظهر حتى يصير أحمق))

" kalau seseorang memiliki pemikiran tasawuf pada awal siang, maka tidak akan datang waktu dhuhur hingga dia menjadi pandir ".

Perbarui:

Dan diantara yang tidak disukai oleh Al-Imam Asy-Syafi'i adalah mereka yang memainkan qashidah disertai nyanyian dan goyangan sebagaimana yang beliau lihat di lihat oleh beliau di Irak.

Nah apakah kemudian sufi di Indonesia meninggalkan hal tersebut?

Perbarui 2:

Sufi di Indonesia mayoritas kalau nggak dikatakan semua tentu termasuk dari yang dicela Imam Asy-Syafi'i, mereka tidak memperingatkan manusia dari sufi yang diperingatkan oleh Imam Asy-Syafi'i. Mereka membiarkan sufi yang dicela oleh beliau bahkan kadang kalau nggak dikatakan selalu membela mereka.

Perbarui 3:

Al-Ghazali menukil dari Al-Junaid bahwa dia berkata: “Aku lebih suka bagi seorang murid pemula untuk tidak menyibukkan hatinya dengan tiga hal: mencari nafkah, menuntut ilmu hadits, dan menikah. Aku lebih suka bagi seorang shufi untuk tidak menulis dan membaca, karena cara itu lebih fokus untuk mencapai harapannya.”

(Ihya’ Ulumiddin, Al-Ghazali, 4/239)

Bila seperti ini maka sungguh akan dicela oleh beliau. Demikian pula :

Asy-Sya’rani tatkala menyebut salah seorang gurunya berkata: “Di antara mereka adalah syaikh dan ustadz saya: Sidi Ali Al-Khawwash Al-Baralsi –semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai dan merahmatinya–, beliau adalah seorang yang ummi, tidak bisa menulis dan membaca. Dia berbicara tentang makna-makna Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah yang mulia, dengan perkataan yang sangat berharga yang membuat para ulama tercengang….”

(Thabaqat Asy-Sya’rani, 2/150, Al-Mashadir Al-’Ammah hal. 184)

juga : Asy-Sya’rani berkata tentang salah seorang syaikh sufi asal Mesir yang bernam

Perbarui 4:

Asy-Sya’rani berkata tentang salah seorang syaikh sufi asal Mesir yang bernama Ahmad Az-Zawawi: “Dia (Az-Zawawi) pernah berkata kepadaku: ‘Sesungguhnya cara kami adalah memperbanyak shalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga beliau duduk bersama kami dalam keadaan sadar (bukan mimpi). Kami menemaninya sama seperti para sahabat. Kami juga bertanya kepadanya tentang urusan agama kami dan bertanya tentang hadits-hadits yang dilemahkan oleh para hafizh. Lalu kami mengamalkan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam padanya’.”

(Lawaqih Al-Anwar Al-Qudsiyyah, lembaran 157, Al-Mashadir Al-’Ammah, hal. 236)

Mari kita peringatkan manusia dari sufi yang seperti ini, juga mereka yang mengakui ilmu laduni dan manunggaling kawulo gusti, hululiyyah dan wihdatul wajud.

2 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    8 tahun yang lalu
    Jawaban Favorit

    Anda berpagi-pagi sudah membuat fitnah, apakah begitu didikan kaum wahhabiyyah>mujassimah>musyabbihah?

    Baca denga hati,bukan dengan nafsu http://ummatipress.com/2012/12/13/fitnah-terhadap-...

  • 8 tahun yang lalu

    Dalam hal ini, Imam Al Baihaqi menjelaskan,”Dan sesungguhnya yang dituju dengan perkataan itu adalah siapa yang masuk kepada ajaran sufi namun mencukupkan diri dengan sebutan daripada kandungannya, dan tulisan daripada hakikatnya, dan ia meninggalkan usaha dan membebankan kesusahannya kepada kaum Muslim, ia tidak perduli terhadap mereka serta tidak mengindahkan hak-hak mereka, dan tidak menyibukkan diri dengan ilmu dan ibadah, sebagaimana beliau sifatkan di kesempatan lain.” (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/208)

    Jelas, dari penjelasan Imam Al Baihaqi di atas, yang dicela Imam As Syafi’i adalah para sufi yang hanya sebatas pengakuan (sufi gadungan) yang tidak mengamalkan ajaran sufi yang sesungguhnya.

    Imam As Syafi’i juga menyatakan: ”Seorang sufi tidak menjadi sufi hingga ada pada dirinya 4 perkara, malas, suka makan, suka tidur dan berlebih-lebihan.” (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207)

    Imam Al Baihaqi menjelaskan maksud perkataan Imam As Syafi’i tersebut, ”Sesungguhnya yang beliau ingin cela adalah siapa dari mereka yang memiliki sifat ini. Adapun siapa yang bersih kesufiannya dengan benar-benar tawakkal kepada Allah Azza wa Jalla, dan menggunakan adab syari’ah dalam muamalahnya kepada Allah Azza wa Jalla dalam beribadah serta mummalah mereka dengan manusia dalam pergaulan, maka telah dikisahkan dari beliau (Imam As Syafi’i) bahwa beliau bergaul dengan mereka dan mengambil (ilmu) dari mereka. (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207)

    Sumber: makanya janganlah bertaklid buta mas
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.